Friday, 13 June 2014

0 Teman Berbagi Mimpi

Setiap orang pasti punya mimpi.
Klasik sihh..
Sebenernya orang yang punya mimpi tahu apa yang sedang di kejar. Tau apa yang sedang diperjuangkan dan tau gimana cara ngedapetinnya. Kalau cuma sekedar bergantung pada hasil dan lupa makna dari tujuan bermimpi mungkin ada yang salah dengan mimpi nya. Dan sesekali mimpi bisa direvisi.

Sebulan kebelakang saya habis melakukan serangkaian perjalanan penuh makna. Awalnya perjalanan kemaren cuma untuk sebuah pelarian yang dimana saya sedang jenuh dengan rutinitas tanpa batas yang menjemukan. Tapi percayalah ketika kita berhenti pada satu titik selalu ada titik lain yang berusaha menuntun kita untuk menembus satu jalan. Dalam kenyataannya perjalanan selalu menghantarkan saya kepada pelajaran yang tidak pernah saya prediksi.

Saya dipertemukan oleh beberapa orang yang tidak pernah saya prediksi untuk bertemu, berbagi dan tanpa disadari saling bergantung satu sama lain. Konsepnya begini, kami dipertemukan di satu ruang yang pada awalnya semua memiliki ekspektasi tinggi tentang perjalanan itu tapi ternyata ekspektasi terkadang harus kalah dengan kenyataan. Mereka semua adalah sekumpulan orang - orang pintar dan memiliki kredibilitas tinggi di bidangnya masing - masing.

tapi,
pernah dengar istilah "semakin tinggi pohon, semakin kita tidak pernah tau apa saja yang sudah terjadi dengan pohon tersebut". ? yaaa itu berlaku di mereka, di saya dan di kami semua. Tidak pernah ada yang tahu orang disamping kita yang sedang tertawa bahagia belum tentu memang ia bahagia, kita tidak pernah tau apa yang sedang disimpan orang tersebut di kepalanya. Atau orang yang sedang bercerita sedih siapa yang tau kalau ternyata hatinya sedang bahagia. Ya ketika lingkungan kita melabeling "dewasa" kepada kita semakin lingkungan melonggarkan perhatian dan pengertian mereka terhadap kita.Secara konsep itu ga salah, karena sebenernya kita terus berkembang tapi terkadang mereka acuh berlebihan, karena ada saat - saat tertentu pada fase "dewasa" dimana kita sungguh membutuhkan dukungan dan perhatian selayaknya dahulu saat kita belum berstatus "dewasa".Percayalah konsep dewasa untuk di umur 20 sungguh rumit.

Balik ke mereka yang sedang saya bicarakan, hampir setiap hari kami melakukan kegiatan bersama. Makan, travelling, nyobain ini-itu tanpa jeda, dan aktivitas kecil yang mungkin terlihat kecil tapi penuh makna. Pernah di suatu malam mendekati akhir perjalanan kami, kita berkumpul di satu meja bercerita saling bertukar tentang mimpi dan kenangan yang secara tidak kami sadari tersimpan di bawah alam sadar kami. Setiap orang punya satu mimpi, saya ingat betul semua bercerita tentang mimpi nya masing - masing, ada yang ingin menjadi dosen, wanita karir, wirausaha, atau yang ingin konsen di bidang sosial bahkan travelling. Mereka semua punya mimpi yang mereka bentuk dan mereka susun untuk mendukung labeling "dewasa" sebagai nama belakang kami. Mimpi yang mereka bentuk tidak terjadi begitu saja, tidak pernah ada yang tahu apa yang pernah terjadi dihidup mereka sebelumnya, yang membuat mereka begitu kuat dan visioner seperti saat itu.

Analoginya gini, Taj Mahal di India dibangun begitu indahnya seperti saat ini, siapa sangka kalau si raja sebagai orang yang memiliki ide untuk membangun terinspirasi dari rasa cinta yang mendalam kepada istri nya dan di visualisasikan dalam bentuk bangunan yang indah. Mungkin kita tidak pernah melihat Taj Mahal kalau sang raja ga merasakan patah hati yang mendalam, dan disalurkan melalui visualisasi dalam bentuk bangunan yang diberi nama Taj Mahal. Seperti itu lah orang - orang yang menjadi teman saya selama sebulan kebelakang, mungkin saya tidak pernah tau apa yang membentuk mereka.

Tapi saya meyakini..
bahwa mimpi yang terbentuk dilatarbelakangi oleh apa yang sudah terjadi dibelakang yang biasa kita sebut sebagai kenangan. apa yang sudah terjadi di mereka satu per satu tidak pernah ada yang tau, tapi itu semua membuat mereka kuat untuk membentuk mimpi mereka menjadi pijakan yang tepat untuk melangkah.

Saya menamai mereka sebagai teman berbagi mimpi. Teman yang saya sangat tunggu realisasi dari mimpi mimpi mereka. Dan secara tidak langsung saya sedang bermimpi, bermimpi untuk bertemu di ruang yang berbeda dengan mereka namun dengan makna yang hampir sama dengan saat - saat dimana kami pernah melewatinya

Semua orang punya mimpi hanya saja
beberapa orang lupa rasanya bermimpi. Lupa rasanya punya peluang. Lupa gimana memiliki harapan.


p.s : Terima Kasih untuk mengikuti alur mimpi saya hingga akhir.

Philosophers say that that's enough
There surely must be more
Love ain't the answer, nor is work
.......
But I'm still having fun and I guess that's the key
I'm a twentysomething and I'll keep being me
-Twenty Something - Jamie Cullum-

Tuesday, 10 June 2014

0 Dua Puluh Persen itu adalah Percaya

untuk pasien kanker payudara stadium IV, kasus kesembuhan terjadi hanya 1 dari 100 pasien. Sementara untuk stadium IIIb, kemungkinan pulih hanya 5 dari 100 orang dan untuk stadium IIIa, kemungkinan pulihnya 13 dari 100 orang. sumber
Menurut dokter peluang hidup seorang wanita yang terkena kanker stadium 4 kemungkinan hidup hanya 20% dan saat ini Mama saya sedang berpegang terhadap peluang 20% tersebut. Ya Mama saya terkena kanker payudara stadium 4.

Saya ingat betul pertama kali saat saya harus mengantar mama saya ke rumah sakit atas keluhan nyeri di payudaranya yang sudah mulai mengganggu. Hari itu saya sengaja izin dari kantor untuk mengantar Mama ke rumah sakit, setelah mendapat rujukan untuk CT Scan dan Rongent kami membawa hasil ke Dokter yang memberi rujukan tersebut namun Mama tidak ingin di dampingi ke ruangan dokter. Keluar dari ruang dokter Mama tersenyum seperti biasa yang ia tunjukkan ke saya dan hanya berkata kalau beliau lapar dan ingin makan siang bersama saya, dan saya bernafas lega oh mungkin baik baik saja.

Hingga setelah tahun baru mama memohon doa kepada saya dan adik adik saya untuk kesembuhannya. Sontak saya dan adik adik mengerenyutkan dahi dan seperti ada yang sakit dalam hati saya. Mama memberi kabar bahwa ia terkena kanker Payudara stadium 4 dan harus diangkat. Tidak bukan saya pesimis terhadap kesembuhan Mama, namun hati saya menolak mendengar kabar ini seperti ada yang ingin dikeluarkan dalam perut dan dada tanda penolakan dari dalam diri saya.

22 Februari 2014 operasi pertama pengangkatan payudara Mama pun dilakukan, saat itu hanya saya dan adik laki laki saya yang mengantar Mama hingga ke ruang operasi. Sebelum masuk ruang operasi mama hanya bilang "Mama pasti sehat". Dua jam 20 menit saya menunggu tanpa bergerak dari kursi di depan ruang operasi Mama, hanya doa saat itu yang bisa saya ucapkan. Dalam doa ada air mengalir dari mata saya.
Setelah penantian itu akhirnya operasi pengangkatan sel kanker payudara Mama selesai, pada saat keluar dari ruang operasi Mama bertanya kepada saya "Mama berapa lama ka di dalam?" saya jawab dengan lirih "dua jam ma" dan Mama hanya menjawab "Kaya masak rendang ya ka?" dan saya tidak bisa berkata apa apa lagi.

Dari harapan 20% itu Mama percaya untuk kesembuhannya, namun 70% kepercayaan Mama adalah ketika melihat anak anaknya termasuk saya untuk terus hidup dan biarkan kuasa Allah di 10% harapan hidup Mama.

Perawatan demi perawatan saat ini sedang kami upayakan untuk kesembuhan Mama, hanya doa dan harapan 20% (kata dokter Mama) yang saat ini kami pegang untuk kesembuhannya.

Untuk Mama, Allah pasti bersama kita.
Amien


Thursday, 6 December 2012

0 Titik Nol




hidup tuh muter, sama kaya maen maenan di dufan semua muter dan sensasinya beda beda. ada yang bikin mual hingga hampir membuat pikiran dan jiwa ga nyatu atau ada yang rasanya ngebuat lo ga bisa bedain mana pijakan yang paling nyata. ketika menginginkan sesuatu dan berharap mendapatkannya maka sejalan dengan itu kita siap kehilangan sesuatu. Ya muter muteeeerr aja kerjanya kaya yang tadi gue bilang. Muter terus hingga lo ga yakin siap.  ga siap dengan putih karena lo takut hitam, ga mau liat cerah karena lo takut hujan dan takut akan pertemuan karena lo ga mau ada perpisahan.

setahun ini gue dipertemukan bermacam macam manusia dengan permainan wataknya, pengalamannya hingga traumatik nya dengan hidup. kalau mau review hidup gue tahun ini gue akan kasih judul "the fast and furious" rasanya seperti baru kemarin membicarakan apa aja yg mau dicapai di tahun 2012 sama dua teman gue waktu itu. mereka berdua membuat beberapa list yang gue perhatikan tercapai semuanya ditahun ini. Gue menyelesaikan tahun ini dengan beberapa rasa yang ga bisa gue jabarkan dengan baik, karena itulah gue, seseorang yang bisa merasakan dengan baik namun ga bisa menjelaskannya dengan baik.

dan saat ini seperti orang yang lagi siap siap pindah, gue pun mulai berbenah. packing dan merapihkan apa apa yang tercecer dan beberapa hal yang belum siap ditinggalkan di sini. Hidup gue sedang berjalan dan sedang berputar, gue akan memulai lagi dari nol seperti tagline iklan salah satu distributor minyak Indonesia. Mulai tahun depan hidup gue dimulai lagi dari nol. Mungkin tahun depan akan menjadi dunia tanpa koma bagi gue.

dengan gue memulai semuanya nanti ditempat baru itu berarti gue harus meninggalkan tempat ini, tempat yang udah hampir mencapai 4 tahun mendidik gue dengan keras. ya hidup gue dimulai dari sini. titik nol gue dari tempat ini, dari wilayah yang tidak terlalu jelas di peta, dari wilayah yang selalu dihardik oleh para mahasiswa  . dan gue sudah hampir mencapai titik finish disini, haaahhh sepertinya tidak kerasa ya?
pada hari ini semua mencapai pada titik "sudah saatnya". mungkin gue bukan orang yang pintar mendeskripsikan sesuatu, tapi untuk semua yang dipertemukan di waktu yang tepat ataupun tidak tepat, Terima kasih,
untuk yang telah berlalu,
terima kasih atas orang orang baik yang datang dan pergi.
terima kasih atas beberapa rasa yang tidak bisa saya utarakan
terima kasih atas pertemuan tanpa salam perpisahan
terima kasih. Terima kasih sudah mau menerima saya apa adanya.

Mari menutup buku dan mari memulai yang baru.

Untuk "titik nol" please be nice :')


gambar di intip dari sini

Friday, 10 August 2012

0 Ketika Hasil hanya menjadi hadiah bukan tujuan

setiap kali mulai nulis disini, selalu ada perasaan kaya orang baru ngelakuin perjalanan panjang trus akhirnya pulang. yes welcome home :)

oke, kaya anak kecil yg abis maen sama temen2 nya ibu nya dirumah selalu siap nunggu pulang utk mendengarkan cerita anaknya. yaaa andaikan gue anak kecil itu, skrg ada yg pgn gue bagi dan ceritain disini.

beberapa orang menilai gue adalah orang yg visioner, sukanya bikin rencana, dan berusaha prepared dalam hidup. tapi bukan berarti gue cuma bisa bikin rencana tapi ga ada aksi ya. mungkin beberapa orang itu hampir bener, gue emang suka bikin rencana. toh dalam membuat sesuatu toh kita diajarkan dalam membuat Planning, Organizing, Actuating, Controlling. sama kaya prinsip manajemen gue pun berusaha me-manage hidup gue sebaik mungkin.

gue suka bikin rencana, karena gue percaya ketika kita sedang berencana dan menulisnya, entah bagaimana caranya semesta dan sekitar kita mendukung kita dalam merealisasikan rencana itu. untuk memulai, simple bgt. cuma dengarkan apa yg diinginkan hati kita, tulis dan semesta akan secara kebetulan mendukung kita.

ah simple sekali

kaya dalam buku 5cm nya Dhony Dirgantoro, "tempelkan impianmu 5cm dari kepala sehingga kita akan terdorong dan ingat untuk mengejarnya"

gue percaya orang yg berani bermimpi adalah orang yg percaya pada harapan. orang yg percaya pada harapan berarti optimis, orang yg optimis cenderung akan selalu mengambil hikmah dari kegagalan. tidak pernah takut jatuh, tidak pernah takut kehilangan, tapi mampu dalam mendengarkan apa yg dia mau.

dan ketika hasi tidak sesuai dengan harapan tdk apa, itu saatnya kita berevaluasi, mengontrol diri kita dalam emosi dan kembali kepada titik awal dalam merencanakan. gue menyukai proses, proses tuh kaya travelling kalau ga pinter2 ngatur segalanya bisa ga pulang dan malah kejebak disitu situ aja. masalah hasil itu adalah bonus dalam proses, bonus dalam traveling hidup kita.

ahhh mungkin beberapa orang diujung layar ini sedang mencibir dan berkata "gampang teori lakuin nya yg susah" hahaha gpp tiap orang pny pendapatnya masing masing. tapi ketika lo bisa nemuin itu sendiri dan membagi nya ke orang lain itu kaya lo makan tapi ga kenyang sendirian. bisa ngebagi ke orang orang yg lapar lebih menyenangkan. :')



Wednesday, 11 July 2012

0 happy birthday

hari ini 11 Juli 2012,

orang yang sering kali gue kecewakan, orang yang sering kali gue lupakan, orang yang sering kali juga gue tolak beberapa pemberiannya. beberapa kali kita sering kali adu pendapat dalam mengemukakan pemikiran masing masing. sayangnya, itu hal terakhir kali yang kita lakukan ya bermain dengan ego masing masing dan menjadi salah satu alasan buat gue bertahan ditempat ini.

namun, hati gue terdorong untuk menulis ini. mengingat tidak ada yang bisa gue berikan saat ini kecuali sebuah persembahan kecil kalau gue ga bener2 aware sama dia, kalau gue ga bener2 ga sepaham sama dia. dia salah satu orang yang menjadi panutan gue kalau gue harus kerja keras menata masa depan gue dengan baik. dia yang selalu mengingatkan gue kalau gue bisa melakukan apa yang bisa gue yakinin sendiri. karena hidup masalah kepercayaan dan kemauan, ketika kita percaya dengan niat tulus, secara otomatis semesta akan mendorong untuk merealisasikannya.

untuk yang sedang berulang tahun hari ini, selamat ulang tahun pa. ;)

Saturday, 7 July 2012

0 Perjalanan Part 1 - listen

wew sudah lama tak menyentuh ruang ini, yang selalu menyediakan tempat untuk saya kembali kesini namun selalu membawa sesuatu untuk kembali 'pulang' ke tempat ini. oke here i come :')

beberapa bulan kemarin gue melakukan beberapa trip, dengan berbekal tanpa persiapan, tanpa destinasi yang jelas, tanpa rencana yang mateng dan tanpa memikirkan harus ngapain aja disana. intinya gue melakukan trip ini hanya untuk mencari perjalanan, ya perjalanan untuk berpikir, menonton manusia dan berkenalan dengan orang baru.

Maret 2012, Kiaracondong Bandung 20.00 WIB 

hari itu gue bertiga sama temen gue, nekat melakukan trip dengan ide baru siang dilontarkan dan malamnya langsung melakukan perjalanan. jadilah kami berkumpul di kiaracondong tanpa tiket. akhirnya jam 4 sore kami antri untuk membeli tiket ke arah jogya atau manapun itu yang penting sampai didaerah jawa tengah. namun tiket tidak didapatkan sampai akhirnya kami membelinya dicalo dengan tujuan lempuyangan jogya. pukul 08.30 kami pun berangkat dari kiaracondong, dalam perjalanan tidak banyak yang kami bicarakan hanya sekedar becanda dan mengenal satu sama lain.satu yang paling gue suka dari perjalanan yaitu nonton manusia lainnya. ada rombongan nenek sekitar 4 orang di sebrang tempat duduk kami, bergabung dengan 2 orang kakek yang menurut pendengaran gue sih mereka akan turun dikutoarjo. sepanjang perjalanan ada satu nenek yang cerita tanpa koma, tanpa akhir, dan tanpa melihat sekitarnya udah tidur atau belum. gue emang ga diajak ngobrol tapi entah mengapa gue malah asyik dengerin nih nenek cerita dari awal perjalanan sambil gue menikmati pemandangan dari balik kaca tempat duduk gue. tidak banyak yang bisa dilihat hanya ketika ada cahaya pemandangan dapat dilihat namun begitupula sebaliknya kalau ga ada cahaya yaudah gelap aja ga ada yang bisa dilihat.

nenek ini banyak cerita tentang hidupnya dengan anaknya, dia membaginya seperti seorang ibu yang sedang cerita dengan anaknya. membesarkan anaknya dan memberinya kasih sayang tiap hari hingga sampai akhirnya si anak tumbuh dewasa dan memutuskan tinggal dengan keluarga barunya meninggalkan nenek ini. tidak ada pembelaan dari si nenek agar anaknya bisa memilih hidup dengan dia. sama seperti pemandangan di luar kaca kereta ini, dalam sebuah hubungan ada masa nya. masa ketika terang dan masa ketika gelap. ketika satu sama lain memberikan cahaya dalam hubungan pasti terasa hangat satu sama lain, terang dan bisa dilihat entah itu dari yg pny hubungan atau sekedar kaca mata orang luar. berbeda jika sudah memasuki tahap gelap, dimana satu sama lain tidak saling menyinari atau hanya satu pihak yang bertahan dengan sinarnya tentu hubungan itu terasa abu - abu. tidak banyak yang bisa dilihat dari warna hitam dan abu2 tampak tidak jelas.

banyak anggapan yang mengatakan kereta ekonomi ga enak, bau, sesek dan tidak nyaman. gue sih ga menyalahkan pendapat itu karena hampir semuanya bener tapi satu yang ga didapatkan dari kereta bisnis ataupun eksekutif, kereta ekonomi menyediakan satu jasa yang tidak tampak oleh sebuah harga yaitu sebuah tenggang rasa dalam melihat manusia lainnya. mungkin saja si nenek ini akan dimarahin satu gerbong karena cerita tanpa henti dan mengganggu orang yang mau tidur, tapi sayangnya dan untungnya tidak ada yang melakukan karena yang dibutuhkan nenek ini tentunya bukan saran dari pendengar namun nenek ini hanya membutuhkan orang2 yang mau mendengarkan. begitu pun gue, anda ataupun sejuta orang yang memiliki masalah diluar sana kebanyakan kita sebagai pendengar memaksa untuk memberikan saran padahal sebenernya yang dibutuhkan orang yang sedang bercerita hanya didengarkan. namun sayang kebanyakan dari kita lebih susah mendengarkan daripada berbicara.

sama kaya seorang penyanyi, dibalik kesuksesan bernyanyinya pasti banyak orang yang mendengarkan dia dengan baik ketika bernyanyi seperti itulah kita terhadap orang lain.
"every good conversation starts with good listening" Anymous


Maret 2012 Lempuyangan, Jogyakarta. 05.35 WIB 

Monday, 19 March 2012

0 φίλος , મિત્ર , vriend, ami, friend, teman




Dalam hidup pasti ada yang datang dan pergi, begituuu terus siklusnya ketika ada yang datang kita membunuh waktu dengan bebasnya bersama dengan orang - orang yang datang menikmatinya hingga lupa dan tidak terasa kepergiannya. konsep manusia dengan manusia lain memang rumit dan kadang penuh tanda tanya

"Sometimes we are destined to lose people we love, how are other ways that we know how important they are to us." 

kadang sesuatu yang pergi baru kita sadari sosoknya saat kita sudah kehilangan, mungkin itu hikmah dari kehilangan sendiri. yang jadi pembahasan gue disini bukan konsep kehilangannya. gue akan ngebahas tentang orang yang biasa bersama kita entah menghabiskan stock kantung ketawa kita malah bahkan menguras air mata kita, biasanya kita menyebut teman, sahabat, sohib dan lainnya.


gue mendapatkan konsep sebuah hubungan dari temen gue, dua orang ini yang sangat mengajarkan gue konsep "setia kawan dan loyalitas" mereka menyebutkan "teman itu seleksi alam" yap gue sependapat temen itu seleksi alam, yang mampu bertahan dia yang menang. ketika kita mengenal teman kita, kita mampu mendeskripsikan nya dengan sangat baik tetapi ketika dia berubah jauh berbeda dari apa yang kita kenal pada saat pertama kali itu tandanya ia tidak berubah justru malah kita makin mengenalnya, tetapi banyak yang salah menafsirkannya. kita malah dengan semena - mena men-judge kalau mereka berubah dan itu tandanya si orang yang berubah udah ga mau lagi temenan sama kita dan gitu aja kita tinggalin sebuah hubungan pertemanan itu. nah mungkin itu yang disebut seleksi alam ya? yang mampu bertahan ada disamping kita lah yang biasa kita sebut sahabat atau semacamnya. 

dengan berakhirnya lagu ini gue pun bisa mengambil satu pelajaran bahwa teman itu adalah periode, proses perkenalan terhadap diri kita yang masih terombang ambing dan melalui proses periode itulah kita mampu menemukan tempat yang paling nyaman yaitu diri kita sendiri. ketika kita mampu mengenal diri sendiri dengan baik disaat itulah kita mampu bertahan dalam situasi apa pun. dan karena kita mampu membawa diri kita ke lingkungan dan membawa orang lain nyaman pula dengan perjalanan diri kita, dengan 3 periode dalam pertemanan : perkenalan-dekat-perpisahan.

tulisan ini saya dedikasikan untuk orang - orang yang membiarkan waktunya habis dengan orang ini yang tidak mampu mengutarakan apa pun dengan sangat baik. terima kasih untuk segalanya :)

Ost : Lembayung Bali - Saras Dewi
 

home Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates